Accounting Journal Entries

Entri Jurnal dan proses pembuatannya..

Ketika suatu perusahaan kecil membuat transaksi keuangan, mereka membuat entri jurnal dalam jurnal akuntansi mereka untuk merekam transaksi tersebut. Transaksi ini dicatat dalam jurnal umum atau salah satu jurnal khusus untuk akun-akun yang paling aktif. Jurnal-jurnal khusus yang paling umum adalah Jurnal Penjualan, Jurnal Pembelian, Jurnal Penerimaan Kas dan Jurnal Pengeluaran Kas.

Jurnal akuntansi adalah catatan rinci tentang transaksi keuangan bisnis. Transaksi-transaksi tersebut didaftarkan dalam urutan kronologis, dengan jumlah, dengan akun yang terkait, dan sebagai apa akun tersebut dikaitkan. Tergantung pada ukuran dan kompleksitas usaha, nomor referensi dapat diberikan ke setiap transaksi dan sebuah catatan dapat diberikan untuk menjelaskan transaksi tersebut.

Jurnal adalah catatan secara sistematis dan kronologis dari transaksi-transaksi finansial dengan menyebutkan perkiraan yang akan didebet dan dikredit, jumlah dan keterangan ringkas. Buku besar (General Ledger) adalah tempat Anda mencari gambaran besarnya. sebagai contoh halaman jurnal akuntansi memiliki kolom untuk tanggal, nomor akun, jumlah debit, dan jumlah kredit.
Jurnal mempunyai 3 fungsi  yaitu fungsi percatatan, fungsi historis dan fungsi analisis.

Terdapat Bermacam-macam Bentuk Jurnal yang dapat dipakai oleh perusahaan. Bentuk standar jurnal 2 kolom adalah bentuk yang umum digunakan digambarkan sbb:

Tgl NomorBukti Keterangan Ref Debit Kredit
Jan 20 001 Kas 111 5.000.000,-
   Modal 301 5.000.000,-

Posting adalah pemindahan dari buku jurnal ke buku besar. Pada system akuntansi komputer Buku Jurnal dan posting  posting dilakukan secara automatics oleh komputer (auto Posting). Walaupun tidak mutlak, seorang data entry sebaiknya menguasai proses posting yang dilakukan oleh komputer agar bila terjadi kegagalan akan mudah menelusuri kesalahan yang terjadi.

Metode mengerjakan Jurnal dan Posting

Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mencatat Jurnal jurnal dan posting. Cara berikut adalah salah satu teknik yang hanya dapat dilakukan dengan dukungan system komputer yang terintegrasi.

Posting dilakukan langsung dari file transaksi  ke rekening-rekening buku pembantu dan lansung diprint-out  ke buku besar. Bukti transaksi terlebih dahulu diproses/dientry ke system komputer sebelum diserahkan ke bagian akuntansi.

Kapan menggunakan Debit atau Kredit pada Entri Jurnal?

Salah satu hal yang paling sulit untuk ditangani adalah pada saat membuat buku akunting Anda adalah kapan menggunakan debet dan kapan menggunakan kredit. Berikut adalah beberapa aturan sederhananya. Jika Anda mengikuti aturan ini, akan membuat hidup akuntansi jauh lebih mudah.

  • Anda akan selalu menggunakan baik debet maupun kredit untuk setiap entri jurnal. Itu didasari oleh sistem pembukuan double-entry. Anda memiliki dua kolom dalam entri jurnal Anda. Masing-masing akan memiliki entri yang sama – satu untuk debet, satu untuk kredit.
  • Ingatlah format Persamaan Akuntansi yang mana Aktiva (Aset) = Kewajiban + Ekuitas Pemilik. Sisi Aset adalah sisi kiri dari persamaan dan Kewajiban + Ekuitas pemilik di sisi kanan dari persamaan. Bila Anda perlu membuat entri jurnal, lihat di Bagan Akun (Chart of Accounts) Anda untuk melihat apakah akun yang perlu Anda gunakan berada di sisi kiri atau kanan dari persamaan akuntansi.
  • Jika akun di sisi Aktiva atau kiri, maka itu adalah sisi Debet. Sebuah Debet akan meningkatkan akun tersebut dan sebuah kredit akan mengurangkannya. Jika account ada pada Kewajiban dan Ekuitas Pemilik atau disisi kanan, maka itu adalah sisi Kredit. Sebuah Kredit akan meningkatkan akun tersebut dan sebuah debit akan mengurangkannya.

Entri Jurnal untuk Akun dengan Saldo normal

Salah satu cara mudah untuk mengingat kapan harus menggunakan debet dan kapan harus mengkredit akun adalah ingat akan saldo normal dari lima jenis akun pada Bagan Akun. Saldo normal adalah apa yang akun akan dapatkan jika kenaikan lebih dari pengurangan. Berikut adalah daftar dari akun tersebut dan saldo normal mereka. Jika Anda ingat daftar ini, itu akan menghemat banyak waktu Anda.

  • Asset accounts – debit
  • Liability accounts – credit
  • Owner’s equity – credit
  • Revenue accounts – credit
  • Expense accounts – debit

Sebagai contoh, jika Anda merekam sebuah entri ke akun aset (aktiva), Anda akan mendebet akun aset (aktiva) dan kredit untuk beberapa akun lainnya.

Contoh Entri Journal

Berikut adalah contoh dari Entri jurnal yang benar. Contoh ini adalah entri jurnal yang akan Anda buat pada saat awal sebuah bisnis baru. Jika pemilik menginvestasikan Rp. 200.000.000,- ke dalam sebuah bisnis baru, ini akan menjadi format entri jurnal. Akan ada peningkatan aktiva (Aset), khususnya rekening kas, uang sebesar Rp. 200.000.000,- dicatat sebagai debit dan peningkatan di akun ekuitas pemilik menjadi kredit.

Jurnal Khusus :   Pada perusahaan besar ternyata transaksi-transaksi yang sama terjadi berulangkali sehingga tidak efektif lagi bila dicatat setiap hari ke dalam jurnal umum. Untuk menghadapi hal tersebut, dilakukan penyesuaian bentuk Jurnal disesuaikan dengan kebutuhan. Pada jurnal khusus transaksi yang sama dalam perioda tertentu dapat dijurnal satu kali saja. Jurnal khusus memiliki kontrol intern  yang lebih baik karena transaksi telah dikelompokan, dan memungkinkan pembagian tugas sehingga terjadi spesialisasi pekerjaan.

Macam-macam jurnal umum dan jumlah kolom jurnal disesuaikan dengan kebutuhan namun umumnya jurnal umum terdiri dari

Jurnal Kas, dapat dibagi atas jurnal penerimaan kas untuk mencatat penerimaan kas dan jurnal pengeluaran kas untuk mencatat pengeluaran las

Jurnal Penjualan, untuk mencatat penjualan kredit. Penjualan tunai merupakan bagian dari jurnal Kas.

Jurnal Pembelian, untuk mencatat pembelian kredit, pembelian tunai merupakan bagian dari jurnal kas.

Jurnal Memorial (Jurnal Umum) untuk mencatat transaksi yang tidak dapat dikelompokan pada jurnal-jurnal khusus di atas misalnya ayat penyesuaian, biaya/beban penyusutan, pendapat/biaya bunga,  pendapatan/kerugian kurs. Dll.

Neraca lajur dan ayat penutup

Neraca lajur tidak diperlukan Pada system akuntansi komputer, karena semua proses penyusunan laporan keuangan (Laporan Rugi laba, Neraca, Perubahan modal serta analisanya) dapat dilakukanh oleh komputer

Pada sistem akuntansi manual, untuk mempermudah menyusunan laporan keuangan dibuat tabel untuk mencatat, meyesuaikan, menggolongkan saldo perkiraan-perkiraan buku besar yang disebut Neraca lajur (work sheet)

About iamsolusi

just ordinary people

Posted on February 29, 2012, in All About Accounting. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Comments are closed.

%d bloggers like this: